Difasilitasi oleh E-Government,
lembaga publik mencari perubahan transformasi dengan membuat peningkatan
radikal. Pada pandangan pertama, perkembangan ini sama dengan proses Business
Process Reengineering (BPR) di sektor swasta, sementara sudah banyak akademisi
dan praktisi yang membuat. Hal ini telah meninggalkan kekosongan dalam memahami
kompleksitas tantangan yang dihadapi e-Government dan hasil dari perubahan
dalam badan publik.
Penelitian ini menunjukkan bahwa
mencapai tahap transformasional (atau T-Government ) dipandang sebagai tahap
berikutnya dalam E-Governemnt baik pada pemerintahan Inggris dan Belanda. Titik
awal dari penelitian ini adalah bahwa T-Government perlu perubahan lebih radikal dan bisa
belajar dari BPR. Kajian pustaka menunjukkan bahwa BPR dapat dicirikan oleh
perubahan radikal, mengambil perspektif proses, menguraikan struktur baru,
fokus pada pelanggan, mengejar atau mempertahankan praktik terbaik, pendekatan
top-down memerlukan dukungan pimpinan puncak, mengubah budaya dan fokus pada
kompetensi inti.